Kasus tindakan Kekerasan terhadap perempuan pada tahun 2014 mencapai 293.220 kasus

Berdasarkan data yang dimiliki Komnas Perempuan, kasus tindakan Kekerasan terhadap perempuan pada tahun 2014 mencapai 293.220 kasus. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun 2013 sebanyak 279.688 kasus.

Melihat keadaan yang tambah mengerikan bagi para perempuan, H Sofyan Hambally penyandang gelar DAN IV Karatedo – Jiujitsu International dan mantan Ketua Dewan Guru PP-KKI bergerak membentuk sebuah komunitas beladiri praktis yang bernama WSDK (Women Self Defense of Kopo Ryu) pada tahun 2006. Melalui komunitas perempuan ini diberikan pelatihan dan pemahaman mengenai tentang konsep beladiri. Sejak dibentuk sepuluh tahun lalu, WSDK telah meluluskan lebih dari 5000 perempuan di tanah air.

Menurut Sofyan, program pelatihan beladiri WSDK dikemas sangat praktis. Sehingga memungkinkan para perempuan dari usia 13 – 65 tahun bisa menerima pelatihan dengan sangat mudah. "Teknik yang diberikan adalah teknik-teknik yang sangat praktis namun mematikan. Dirancang khusus perempuan dalam upaya memberi daya kejut kepada para pelaku, sehingga mampu menghindari kondisi yang lebih buruk,".

Tak hanya dilatih secara fisik, menurut pendiri Yayasan Nur Firdaus Hambally ini, peserta juga diarahkan untuk mengubah mindset-nya, bahwa perempuan bukanlah mahkluk yang lemah dan tidak berdaya. "Secara mental kita juga ingin membangun cara pandang bahwa sudah saatnya perempuan menunjukkan 'kekuatannya'. Seperti motto WSDK ‘Lembut bukan berarti lemah, dalam kelembutan tersimpan kekuatan’

Women Self Defense Kopo Ryu (WSDK) memiliki 4 (empat) program pelatihan, dari mulai kelas basic, Intermediate, Advance dan Master. Di WSDK, para perempuan diajarkan beberapa teknik yang sangat mudah, mengadopsi gerakan sehari-hari, seperti gerakan berjalan, bercermin, hingga menggaruk. Tak hanya itu, perempuan juga dibekali teknik-teknik pelumpuhan dengan memanfaatkan barang-barang yang dekat dengan perempuan, dari mulai lipstik, tisu, majalah, gantungan kunci, kartu ATM, telepon seluler hingga sepatu berhak tinggi sekali pun.